Sunday, May 13, 2007

Masih Hujan Saja Nih



Masih seperti hari-hari kemarin hujan turun terus.
Mo jalan-jalan jadi susah. Abisnya malas naik angkot bawa-bawa payung.
Eh, kemarin-kemarin ada teror bom lagi tuh. Kejadiannya di Masohi, Ibukota Kabupaten Maluku Tengah. Trus di Plaza Ambon.
Tapi orang-orang sudah gak peduli ama isu-isu bom.
Sekolah, kerja, dan kegiatan lainnya jalan aja terus.
Ok, eh ini foto buah gandaria yang pernah Gw janjiin waktu itu.
Ok, sampe ketemu lagi nanti.
salam

Wednesday, May 02, 2007

Huh, Teror Ledakan Lagi Nih


Pas bangun pagi-pagi, eh Papa dapat kabar ada teror bom lagi.

Kejadiannya menurut Papa di Taman Masjid Raya Al Fatah Ambon. Ini masjid terbesar kebanggaan warga Muslim di Ambon.


Waktu ledakan terjadi, shalat subuh belum mulai. Oh ya, ledakan itu bunyinya keras banget, dan ternyata itu bukan bom tapi granat. Untungnya warga sudah gak bisa terporvokasi. Semuanya jalan normal aja.


Gw waktu di antar Papa ke sekolah untuk upacara Hari Pendidikan, malah sempat mampir di lokasi itu. Papa sempat jepret-jepret untuk berita di website beritanya. Upacara di sekolah-sekolah berjalan lancar, gak terpengaruh ledakan granat itu.


Ini salah satu foto Papa. Di situ terlihat polisi sedang memeriksa lokasi ledakan pake alat yang namanya metal detector.




Tuesday, May 01, 2007

Musim Hujan, Musim Durian dan Musim Gandaria

Berapa hari ini di Ambon mulai musim hujan. Turunnya gak tentu. Kadang pagi. Kadang sore. Kadang juga malam. Gw sih lebih suka kalo hujannya malam. Maklum aja, Gw sekolahnya siang. Jadi kalo hujannya malam, pasti udah nyampe rumah.

Tapi kasian juga ya, bagi Kakak-kakak yang kerjanya malam. Kayak di beberapa mini market di Ambon. Abis pulangnya pasti basah kuyup kalo gak bawa payung.

Nah, selain musim hujan, di Ambon sudah hampir dua bulan ini banjir durian. Maklum lagi musimnya sekarang di Ambon. Hampir gak putus-putusnya, tiap hari ada aja yang jual durian. Katanya durian-durian selain dari desa-desa di Pulau Ambon, ada juga yang datang dari Pulau Seram.

Tapi kata Papa, yang lebih enak, durian yang dibawa gak nyebrang laut. Gw lupa nanya, kenapa bisa begitu. Yang pasti harga duriannya gak mahal-mahal amat. Untuk yang segede kepala Gw, harganya antara Rp.3.000 sampe Rp.5.000. Makan dua buah aja, Gw langsung kenyang.

Oh ya, ada satu jenis buah lagi yang lagi musim di Ambon dan juga enak. Namanya buah gandaria. Kayaknya cuman ada di Ambon deh. Abisnya waktu dulu ngungsi ke Bogor, Yogya dan Jakarta, Gw gak pernah liat buah ini di sana. Kata Papa juga begitu. Cuman ada di Ambon.

Buahnya itu segede bola pimpong gitu. Waranya kalo masih muda hijau. Kalo sudah mateng warnanya jadi orange. Rasanya manis deh. Apalagi kalo dibikin jus. Pasti nikmat banget.

Kapan-kapan Gw foto buah gandarianya deh. Siapa tau ada yang pingin liat.

Ok, segitu dulu nih...

Salam ^_^

Friday, April 27, 2007

Teluk Ambon Suatu Sore


Gw paling suka suasana sore di Teluk Ambon. Apalagi kalo siangnya baru abis hujan. Sunsetnya pasti cakep deh. Ini salah satu yang sempat Gw jepret. Ok... met nikmati ya.
salam ^_^
tiara

Masuk Sekolah Lagi

Hari ini gw masuk sekolah lagi dech, setelah libur selama 3 hari, soalnya kakak-kakak kelas pada ujian.
Sebenarnya agak ragu ke sekolah sih, abisnya hari Rabu (25/4) malam ama Kamis (26/4) subuh, ada teror bom sih.

Lagian, gw baru pindah lagi ke Ambon. Selama ini kan ngungsi ke Jakarta. Gara-gara konflik di Ambon mulai tahun 1999. Waktu itu gw masih kecil banget, masih TK , jadi belum banyak ngerti apa-apa. Yang keingat waktu itu, kemana-mana mesti hati-hati, kalo gak kata Papa bisa kena tembakan gelap.

Waktu mo ngungsi pake kapal laut aja berebutan dan desak-desakan. Sampe-sampe gw pake acara nangis segala lagi. Abis takut dengan bunyi tembakan sih. Sebelum ngungsi itu, tiap malam pasti dengar bunyi tembakan. Hiii... ngeri deh.

Nah, tadinya waktu mo berangkat ke sekolah, agak takut sih. Cuman setelah diberani-beraniin ama Mama n Papa, jadi berangkat juga ke sekolah. Di sekolah ternyata teman-teman enjoy aja. Yah, Gw jadi ikutan enjoy juga dech.

Ok segitu dulu ceritanya ya....

salam ^-^

tiara

Blognya Papa Aku Kudeta

Hallo ketemu lagi di blog ini...
Sebenarnya ini punya Papa.
Tapi karena sudah kelamaan gak diupdate, udah lebih dari setaon boo, jadi yah aku kudeta aja. Langsung aku ambil alih nih.
Mudah-mudahan gak ikut-ikutan sibuk kayak Papa, biar bisa tiap kali berbagi cerita lewat blog ini.

Ok, makasih udah mampir...

salam ^-^

tiara

Thursday, March 30, 2006

Ketika kesibukan kerja begitu menyita perhatian. Ketika kemacetan lalu lintas Jakarta begitu melelahkan. Terkadang muncul keinginan melepaskan diri dari rutinitas yang membelenggu. Sesaat merenung, tiba-tiba Ambon, tanah kelahiran membayang. Ambon yang cukup lama ditinggalkan, karena tragedi kemanusiaan yang menghadang, kini kembali segarkan kenangan. Terhadap lautnya yang biru membentang; pada putihnya pasir pantai, dan pada anyir bau ikan pancingan. Ambon Posted by Picasa

Tuesday, March 07, 2006

Selamat berkunjung di blog saya yang sederhana ini... salam Posted by Picasa

Selamat Berkunjung

Selama setahun tidak bersentuhan dengan dunia blog, selain karena sibuk dengan pekerjaan, saya juga disibukkan dengan hobby lama: fotografi. Dulu ketika baru lulus kuliah, inilah hobby yang agak asyik saya tekuni, yang kemudian mengantarkan saya menjadi jurnalis pada Harian Suara Maluku di Ambon.

Seperti kota-kota lainnya di ujung timur Indonesia, akses kita terhadap literature sangatlah terbatas. Jadinya dalam menekuni hobby fotografi, saya hanya bisa belajar dari pengalaman, atau bertanya-tanya kepada fotografer senior yang ada di media tempat saya bekerja. Tapi karena saya merasa hobby fotografi termasuk hobby yang membutuhkan pengeluaran ekstra (untuk latihan yang konsekwensinya harus sering-sering beli rol dan mencetak film), maka saya kemudian tidak terlalu dalam menekuninya. Saya akhirnya lebih sibuk dengan pekerjaan.

Kini, seiring perkembangan teknologi, kelahiran kamera digital memungkinkan saya banyak belajar tanpa harus memikirkan banyak mengeluarkan uang untuk beli rol film dan mencetak hasilnya. Cukup dengan memory card dan akses ke computer, kita bisa melihat hasilnya. Jika sudah cukup puas, barulah kita cetak di studio cetak digital. Inilah yang kembali memicu saya menekuni hobby lama tersebut.

Ok, mungkin rekan-rekan berkenan menerima hasil jepretan saya sebagai tanda selamat datang dan selamat berkunjung di blog saya ini… salam ^-^
Membaca di mana saja dan kapan saja... Posted by Picasa

Setelah Lama Tak Bersua

Sudah terlalu lama memang, blog ini saya biarkan terbengkalai meskipun tanpa disengaja. Ini semata-mata karena kesibukanku dengan pekerjaan yang lebih banyak menyita waktu. Jika dulu pekerjaannya lebih banyak di dalam kantor dan berhadapan langsung dengan computer yang terhubungkan dengan akses ke internet, kini saya lebih banyak mobile, dan jarang sekali mengakses internet. Untuk akses emailpun, paling sering via handphone.

Akhirnya setelah setahun tidak terturus dan juga setelah merasa berdosa membiarkan blog ini tidak terurus, kini saya mulai merawatnya lagi. Mungkin tidak akan ter-update setiap hari, layaknya teman-teman yang sudah punya jam terbang tinggi di dunia bloging. Tapi saya berjanji pada diri sendiri untuk mengupayakan ada update dalam waktu seminggu. Mudah-mudahan rekan-rekan berkenan menyimak isi blog sederhana. Seperti bapak tua yang saya jepret di sebuah taman di Jakarta. Dia mengisi waktu istirahat dari kelelahan berjalan dengan membaca koran bekas yang ditemukannya tergeletak di rerumputan. Makasih sudah mampir…

salam ^-^

Wednesday, March 02, 2005

Harga-harga Mulai Naik

Hari ini tidak berubah dengan kemarin. Berjalan seperti biasa. Rutinitas pagi Jakarta, macet seperti biasa. Sore begitu pula. Yang berbeda, mungkin soal harga. Sepertinya semua barang diusahakan si penjual untuk naik, dengan alasan BBM naik. Ongkos beli barang itu katanya naik. Memang ada yang begitu. Tapi bukankah banyak juga yang sudah ada digudang sebelum harga BBM naik. Tapi, yah sudahlah, memang sudah begitu hukum pasarnya.

Oh ya, besok sepertinya blog saya ini selama seminggu libur. Karena mulai besok pagi saya menemani seorang kawan ke Aceh. Jadi mungkin ketemu lagi minggu depan.
Salam...

Tuesday, March 01, 2005

Nongol Lagi

Maaf...saya memang agak lama (mungkin juga terlalu lama) menelantarkan blog saya ini. Alasannya mungkin klise, sibuk dengan kerjaan. Belum lagi akses internet yang sering ngadat dll, dsb...

Beberapa waktu lalu saya dikontak beberapa teman perihal blog yang sudah lama nggak di-up date. Hampir semuanya bertanya tentang info kondisi Ambon terkini. Awalnya mereka berharap ada sedikit info di blog ini, sayangnya agak terlantar tidak di up date.

Jadi dengan memohon maaf, mulai hari ini, di saat banyak pro kontra mengenai kenaikan BBM, saya perhatikan lagi blog saya yang sempat diterlantarkan.

Terima kasih atas perhatian teman-teman.

Thursday, November 18, 2004

Lebaran di Ambon

Akhirnya saya bisa update blog lagi. Meski akses internet pada salah satu warnet di Kota Ambon ini termasuk lammmaaaanya minta ampun.

Oh ya, saya kebetulan lagi ada kegiatan di Ambon, jadi sekalian mudik untuk Lebaran.

Lebaran di Ambon, memang gak beda dengan daerah lainnya di tanah air. Bedanya, lebaran kali ini di Ambon, dilaksanakan di Lapangan Merdeka, yang berada di pusat kota. Ini dimungkinkan karena kondisi di Ambon sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Lebaran di Lapangan Merdeka ini, baru diadakan lagi setelah yang terakhr 5 tahun lalu.

Bahkan malam takbirannya, diwarnai karnaval mobil hias keliling kota, yang melewati daerah mayoritas Muslim maupun Non Muslim. Memang sampai hari ini pemukiman warga masih terkesan mengikuti agama si pemeluk. Atau terkesan tersegregasi. Hanya Desa Wayame yang warganya mix (Muslim dan Non Muslim).

Yang lebih membanggakan, karena lebaran bertepaan dengan hari Minggu, saudara-saudara yang Kristiani yang biasanya ke Gereja di pagi hari untuk menjalankan ibadahnya, sepakat untuk memundurkan waktu ibadahnya. Yang biasanya ibadaha pagi antara jam 7 atau jam 8 pagi, ditunda menjadi jam 10.

Alasan penundaan itu, karena mereka ingin berpartisipasi menjaga keamanan saudara-saudara muslim ketika melaksanakan shalat Ied. Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar.

Selamat Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin...Mohon Maaf Lahr Batin.

Friday, October 29, 2004

Ramadhan Setengah Perjalanan

Ramadhan sudah setengah perjalanan. Banyak hikmah yang coba kita raih di bulan penuh rahmat ini.

Alhamdulillah, Tiara anak saya, kali ini tidak absen. Dia juga sudah jauh mengerti makna puasa. Terutama juga karena sajian aneka ragam acara di layar teve, yang semuanya
bernuansa Islami. Banyak memberi petuah dan nasehat. Ada yang menyebut-nyebut, nuansa
musholah/masjid dihadirkan ke hadapan kita lewat layar kaca. Mulai dari sejarah perjalanan Islam di berbagai negara dan di Indonesia, sampai tradisi buka puasa di berbagai tempat.

Di rumah kami sendiri, selalu ada menu wajib: 1 jenis yang manis (seperti kolak atau pisang goring) dan 1 jenis yang berbumbu renyah (asin?) seperti lemper atau pastel. Kadang buatan Tiara dan mamanya. Kadang juga dibeli di tempat jajan buka dekat rumah. Membandingkan Ramadhan kali ini dan Ramadhan sebelumnya di rumah saya, tidak banyak perubahan berarti. Mungkin hanya tanggalan yang berubah dan usia yang bertambah.

Begitu juga dengan Ramadhan di Kompleks Taman Hiburan Rakyat (THR) Waihaong, Kota Ambon. Penghuni kompleks yang sekarang berubah fungsi sebagai tempat penampungan pengungsi ini, juga tidak merasa perubahan yang berarti dari Ramadhan ke Ramadhan yang mereka jalani di sana.

Seorang teman yang bergiatan di kompleks THR Waihaong menceritakan kisah pengungsi di kamp ini:

Para pengungsi hidup berdesakan di penampungan yang lumayan sumpek dan pengab. Apa yang dilakukan Si A pasti diketahui oleh Si B. Begitu pula sebaliknya. Sebab di sini tidak ada privasi. Maklum tidak semua yang tinggal (punya kapling) di sini punya pembatas
antar satu kelurga dengan keluarga yang lain. Sebagian memang ada yang punya ruangan berdinding tripleks, tapi tidak sedikit yang hanya berpembatas kardus.

Yang membedakan hari-hari Ramadhan dengan hari-hari mereka yang lain, hanyalah semakin maraknya kegiatan warga dalam menghidupkan bulan penuh berkah ini.
Menjelang Zuhur hingga tengah malam, Masjid Asy Syuhada yang terletak di tengah-tengah komplek terus menunjukkan aktifitas. Banyak doa yang mereka panjatkan, dari Subuh hingga Subuh lagi. Terutama mengenai nasib mereka yang belum menentu. Terkatung-katung karena ulah para koruptor. Adakah para koruptor itu bertobat di bulan ampunan ini?

Wednesday, October 13, 2004

Selamat Datang Bulan Ramadhan

Source: jroler Posted by Hello


Selamat Datang Bulan Ramadhan. Bulan Penuh Rahmat dan Ampunan.
Mudah-mudahan Kita Bisa Menjalaninya Menuju Hari yang Fitri.

Kami Sekeluarga Mengucapkan Mohon Maaf atas Perkataan dan Perbuatan yang Disengaja Maupun Tidak.

Amien.

Friday, October 08, 2004

50 Persen Pelajar SMU di Ambon Gila Narkoba

Masya Allah. Gila...Gawat. Begitu suara masyarakat Kota Ambon beberapa waktu belakangan ini. Judul di atas menghiasi sejumlah media cetak di Ambon (Ibukota Provinsi Maluku) beberapa pekan ini. Sejumlah berita yang dilansir mengutip temuan survei lapangan Pusat Studi Relawan Maluku, yang menemukan rata-rata 50% para pelajar SMU di Ambon "gila narkoba". Bahayanya, menurut tim tersebut, trend ini menunjukkan angka peningkatan.

Sayangnya, peningkatan kasus narkoba itu, tidak dibarengi dengan proses penanganan secepatnya. Bahayanya lagi, aparat kepolisian di Maluku, mengaku kesulitan membongkar sindikat narkoba ini.

Bisa jadi aparat kepolisian setempat mengaku kesulitan, pasalnya --masih menurut hasil survei tersebut-- penggunaan narkoba tadi turut melibatkan aparat kepolisian baik organik (berasal dari polisi yang bermarkas di Maluku) atau bawah kendali operasi/BKO (polisi dari pasukan/batalyon di luar Maluku yang ditugaskan di Maluku). Hal menarik lainnya, perilaku seks bebas menjadi "nge-trend" dalam kehidupan para pelajar di sana. Tidak mengherankan, kini sudah ditemukan 8 kasus HIV dan 5 kasus AIDs.

Konflik yang sempat meluluh-lantakkan negeri ini, tidak saja memakan korban jiwa tapi mengorbankan masa depan anak-anak muda di kota "manise" itu.

Tuesday, October 05, 2004

Puisi dari Jusuf Kalla

Susilo Bambang Yudhoyono dan M. Jusuf Kalla akhirnya ditetakan KPU sebagai Presiden RI terpilih untuk periode 2004-2009.

Di Maluku, pada Pilpres Putaran II lalu, SBY - MJK kalah dari pasangan Mega - Hasyim. "Itu bukan berarti masyarakat di Maluku tidak cinta pada SBY - MJK. Buktinya, yang mendukung juga banyak. Buktinya mereka hanya kalah tipis. Buktinya, MJK sudah menjadi warga kehormatan Kota Ambon, yang disahkan dengan pemberian KTP seumur hidup, pada peringatan HUT kota ini tahun lalu. Yah, kalau soal kalah tipis, itu mungkin karena politisi top atau kawakan di daerah ini sebagian besar dari kubu Mega-Hasyim," tangkis seorang rekan di Ambon, panjang lebar, ketika saya tanya soal kekalahan tipis SBY-MJK itu.

Sang rekan tadi lalu berharap, dalam memilih orang-orang yang duduk di kabinet mendatang, SBY-MJK tidak lupa dengan Maluku. Artinya melibatkan, atau tepatnya, memilih salah seorang putera terbaik dari Maluku sebagai salah seorang menteri di kabinet mendatang.

Kriterianya calonnya, menurut rekan tadi lagi, SBY-MJK pasti tau betul. Karena mereka pernah terlibat secara intens mengurusi masalah Maluku, sebagai Menkopolsoskam (SBY) dan Menkokesra (MJK), yang juga melahirkan Perjanjian Damai untuk Maluku di Malino.

Menurut keyakinan rekan di Ambon tadi, MJK asti tidak akan lupa memasukkan nama putra terbaik Maluku dalam kabinet mendatang. Ini terbukti dari kecintaan MJK terhadap daerah ini.

"Mau bukti?" tantang rekan tadi. "Ini sebuah puisi yang dibuat MJK di atas pesawat Fokker 29 Athirah miliknya, dalam perjalanan Jakarta - Ambon 7 September 2004, tepat saat Kota Ambon berulang tahun ke-429.

Ambonku, Ambon Kita Semua

400 tahun lalu dunia mencarimu
Dunia ingin hidup nyaman darimu
Karena engkau adalah sumber keharuman
Pala, fuli dan cengkih dambaan mereka
Karena itu dari jauh mereka datang padamu

5 tahun lalu engkau terkoyang
Bangsa ini sangat tersayat
Dan dunia ikut tersentak
Karena deritamu derita bangsa juga
Kesulitanmu kesulitan kita semua
Ale rasa beta rasa

Hari ini engkau bangun dengan senyum simpul
Bangsa juga turut tersenyum
Kita semua lega dan berbesar hati
Kalau engkau senang kami bahagia
Ale senang beta senang

Waktunya membangun negeri ini
Dengan semangat Pattimura yang perkasa itu
Lupakan segala pedang dan batu itu
Berikan kembali pena dan buku kepada Nyong Ambon

Petik kembali cengkeh dan pancing kembali ikan
Tabu kembali tifa dan petik kembali gitar itu
Nyanyikan kembali ole sio sambil bertari lenso

Dengan senyum bunyi tifa, gitar dan nyanyianmu
Dunia akan lega, bangsa akan bangga
Karena sumber keharuman dan kehidupan
Akan bangkit kembali dari ufuk timur

Ambonku, Ambon kita semua!

(M. Jusuf Kalla, 7 September 2004)

Thursday, September 30, 2004

Kepada Seorang Kawan

Seorang kawan yang sudah hampir tujuh tahun meninggalkan Ambon, kemarin sore mengirim email begitu melihat foto Kota Ambon yang saya pasang di blog ini. Dia rupanya ingin lihat sudut lain Kota Ambon. Untuk memuaskan rasa kangennya, ini saya upload dua foto yang sempat saya jepret di sana beberapa waktu lalu.

Foto yang satunya, saya jepret pada posisi yang berlawanan dengan foto yang memperlihatkan teluk Ambon itu. Sedangkan foto yang satunya lagi saya jepret di kawasan A.Y.Patty. Kawasan ini dulunya merupakan pusat pertokoan di Ambon. Bahkan ada yang menyebut-nyebutnya sebagai Malioboro-nya kota Ambon. Apalagi beberapa anak muda yang kreatif dan punya bakat corat-coret di atas manila karton atau kanvas, memamerkan kebolehannya di sepanjang emperan toko yang ada. Umumnya mereka pernah ke Jakarta dan sempat nongkrong untuk "nyuri" ilmu di Pasar Baroe (sebrang Kantor Pos Besar/Gedung Kesenian Jakarta). Atau juga di sepanjang Malioboro Yogjakarta. Tidak sekadar pamer tentunya, karena niat utamanya nyari duit. Terima order/pesanan. Tapi itu sebelum konflik.

Lalu, ketika konflik ecah, sebagian kecil bangunan ruko yang ada di kawasan ini hangus terbakar. Kaca seluruh ruko, pecah. Kawasan ini seperti mati tak berpenghuni. Jangan harap ada kendaraan yang lalu lalang. Pasalnya ruas jalan AY.Patty berada persis diperbatasan dua komunitas yang berkonflik. Masuk situ berarti cari mati.

Kini, ketika Ambon mulai menata diri, beberapa ruko di kawasan ini sudah digunakan lagi untuk usaha dagang. Walau sebagian bangunan lainnya masih ditempati pengungsi, atau aparat keamanan. Jika malam tiba, jalan ini agak gelap. Hanya cahaya kendaraan yang lewat atau cahaya lampu dari beberapa ruko yang ditempati sebagai penerang jalan tersebut. Meski begitu, jika malam minggu tiba, ruas jalan ini masih berfungsi seperti masa-masa sebelum konflik, yaitu tempat mejengnya anak muda Kota Ambon. Pemisah dua ruas jalan yang ditumbuhi rumput itu, biasanya menjadi tempat muda-mudi untuk sekadar berceloteh, bercengkerama atau (mungkin juga) bertukar isi hati.
Posted by Hello

Sudut Lain Kota Ambon Posted by Hello